TINJAUAN KOMUNIKASI DATA

II.1. Pengertian Data dan Informasi.

Pada kegiatan Data Processing semakin luas, baik yang

berorientasi ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan

pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan

bidang pekerjaan tersebut.

keterangan diatas dapat di simpulkan bahwa data tersebut

merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan

lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau

hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi

informasi merupakan

DATA

– PENGOLAHAN

– INFORMASI

fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi informasi

tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa), mekanis

(register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer).

II.2. Pengertian Komunikasi Data.

Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media.

Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optik, mikrowave dan

sebagainya. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data seringkali

disebut jaringan komunikasi data. Jaringan ini merupakan komponen penting

dari informasi yang dilakukan oleh masyarakat sekarang.

Fungsi sistem komunikasi data:

1. Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula.

2. Sistem komunikasi data harus memperoleh data bisnis sementara data

tersebut dibuat.

3. Sistem komunikasi data memungkinkan orang dan bisnis yang mempunyai

lokasi geografis berlainan dapat saling berkomunikasi.

II.3. Komponen dasar sistem komunikasi data.

Sistem komunikasi data dapat dibagi menjadi tiga komponen utama:

1. Sumber komunikasi.

2. Media komunikasi.

3. Penerima (kadang-kadang disebut sink atau host).

II.4. Pengenalan jaringan komunikasi data.

Jaringan adalah seri dari beberapa point yang dihubungkan oleh beberapa

jenis saluran komunikasi. Tiap point (disebut Node) adalah komputer,

walaupun ia dapat terdiri dari peralatan pengubah, printer, mesin FAX atau

alat lain. Jaringan komunikasi data merupakan kumpulan sirkuit komunikasi

data yang dikelola sebagai kesatuan tunggal. Kumpulan jaringan komunikasi

data dan orang yang memasukkan data, yang menerima data dan yang mengelola

serta mengendalikan jaringan membentuk sistem komunikasi.

II.5. Komunikasi melalui satelit.

Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem ini

hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selular

konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak

di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi

bergerak sangat rendah.

Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi

manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru

dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya.

II.5.1. Transmisi satelit.

Komponen dasar dari transmisi satelit adalah stasiun bumi, yang digunakan

untuk mengirim dan menerima data, dan satelit, kadang-kadang disebut

transponder. Satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link), memperkuat

sinyal tersebut, mengubah frekuensi, dan mentransmisikan kembali data ke

stasiun bumi penerima yang lain (down-link). Bila perubahan dalam frekuensi

terjadi maka up-link tidak akan menganggu down-link.

Dalam transmisi satelit, terjadi penundaan atau delay, karena sinyal harus

berjalan keluar ke ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi. Waktu delay

biasanya adalah 0,5 detik. Ada juga delay tambahan yang disebabkan oleh

waktu yang dibutuhkan sinyal untuk berjalan ke sepanjang stasiun bumi.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, satelit menggunakan frekuensi yang

berbeda untuk menerima dan mentransmisi. Jangkauan frekuensi adalah antara 4

sampai 6 GHz, yang juga disebut C-band; 12 sampai 14 GHz disebut Ku-band dan

20 sampai 30 GHz. Bila nilai frekuensi turun, maka ukuran dish-antena yang

dibutuhkan untuk menerima dan mentransmisi sinyal harus bertambah besar.

Ku-band digunakan untuk mentransmisi program televisi antara jaringan dan

stasiun televisi perseorangan. Karena sinyal yang ada dalam Ku-band

mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maka panjang gelombangnya diperpendek.

Hal ini memungkinkan stasiun penerima dan transmisi untuk mengkonsentrasikan

sinyal dan menggunakan dish-antena yang lebih kecil.

Keamanan merupakan masalah bagi komunikasi satelit, sebab sangat mudah

untuk menangkap transmisinya, karena ia berjalan melalui udara terbuka.

Dalam beberapa hal, pengurai (scrambler) digunakan untuk mendistorsi sinyal

sebelum ia dikirimkan ke satelit dan penyusun (descrambler) yang ada pada stasiun penerima digunakan untuk menghasilkan kembali sinyal asli

II.1. Pengertian Data dan Informasi. Pada kegiatan Data Processing semakin luas, baik yang berorientasi ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut. keterangan diatas dapat di simpulkan bahwa data tersebut merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi informasi merupakan DATA – PENGOLAHAN – INFORMASI fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi informasi tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa), mekanis (register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer). II.2. Pengertian Komunikasi Data. Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui beberapa media. Media tersebut dapat berupa kabel koaksial, fiber optik, mikrowave dan sebagainya. Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data seringkali disebut jaringan komunikasi data. Jaringan ini merupakan komponen penting dari informasi yang dilakukan oleh masyarakat sekarang. Fungsi sistem komunikasi data: 1. Harus dapat memberikan informasi kepada orang yang tepat pula. 2. Sistem komunikasi data harus memperoleh data bisnis sementara data tersebut dibuat. 3. Sistem komunikasi data memungkinkan orang dan bisnis yang mempunyai lokasi geografis berlainan dapat saling berkomunikasi. II.3. Komponen dasar sistem komunikasi data. Sistem komunikasi data dapat dibagi menjadi tiga komponen utama: 1. Sumber komunikasi. 2. Media komunikasi. 3. Penerima (kadang-kadang disebut sink atau host). II.4. Pengenalan jaringan komunikasi data. Jaringan adalah seri dari beberapa point yang dihubungkan oleh beberapa jenis saluran komunikasi. Tiap point (disebut Node) adalah komputer, walaupun ia dapat terdiri dari peralatan pengubah, printer, mesin FAX atau alat lain. Jaringan komunikasi data merupakan kumpulan sirkuit komunikasi data yang dikelola sebagai kesatuan tunggal. Kumpulan jaringan komunikasi data dan orang yang memasukkan data, yang menerima data dan yang mengelola serta mengendalikan jaringan membentuk sistem komunikasi. II.5. Komunikasi melalui satelit. Walaupun ada sistem komunikasi bergerak selular teresterial, sistem ini hanya efisien untuk melayani daerah berpenduduk padat. Sistem selular konvensional, secara ekonomis tidak memungkinkan untuk komunikasi bergerak di daerah pedesaan, dimana kepadatan populasi dan kebutuhan akan komunikasi bergerak sangat rendah. Pemanfaatan sistem komunikasi satelit telah memberikan kemampuan bagi manusia untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia secara simultan tanpa memperhatikan jarak relatifnya. II.5.1. Transmisi satelit. Komponen dasar dari transmisi satelit adalah stasiun bumi, yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, dan satelit, kadang-kadang disebut transponder. Satelit menerima sinyal dari stasiun bumi (up-link), memperkuat sinyal tersebut, mengubah frekuensi, dan mentransmisikan kembali data ke stasiun bumi penerima yang lain (down-link). Bila perubahan dalam frekuensi terjadi maka up-link tidak akan menganggu down-link. Dalam transmisi satelit, terjadi penundaan atau delay, karena sinyal harus berjalan keluar ke ruang angkasa dan kembali lagi ke bumi. Waktu delay biasanya adalah 0,5 detik. Ada juga delay tambahan yang disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan sinyal untuk berjalan ke sepanjang stasiun bumi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, satelit menggunakan frekuensi yang berbeda untuk menerima dan mentransmisi. Jangkauan frekuensi adalah antara 4 sampai 6 GHz, yang juga disebut C-band; 12 sampai 14 GHz disebut Ku-band dan 20 sampai 30 GHz. Bila nilai frekuensi turun, maka ukuran dish-antena yang dibutuhkan untuk menerima dan mentransmisi sinyal harus bertambah besar. Ku-band digunakan untuk mentransmisi program televisi antara jaringan dan stasiun televisi perseorangan. Karena sinyal yang ada dalam Ku-band mempunyai frekuensi yang lebih tinggi maka panjang gelombangnya diperpendek. Hal ini memungkinkan stasiun penerima dan transmisi untuk mengkonsentrasikan sinyal dan menggunakan dish-antena yang lebih kecil. Keamanan merupakan masalah bagi komunikasi satelit, sebab sangat mudah untuk menangkap transmisinya, karena ia berjalan melalui udara terbuka. Dalam beberapa hal, pengurai (scrambler) digunakan untuk mendistorsi sinyal sebelum ia dikirimkan ke satelit dan penyusun (descrambler) yang ada pada stasiun penerima digunakan untuk menghasilkan kembali sinyal asli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: